Kamis, 23 April 2020

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1441 H / 2020 M

Post by : Ravy Efrimon

"Setitik tinta jadi noda. Setitik salah jadi dosa. Bulan penuh berkah segera tiba. Mari tekun ibadah di bulan puasa. Marhaban ya Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa."



Senin, 13 April 2020

Siswa SMA Negeri 4 Solok yang lulus seleksi SNMPTN 2020

Daftar siswa lulus jalur SNMPTN 2020: 




1. Bunga Lovesky XII IPA 3 (UNP- Pendidikan sendratasik)
2. Syifa Azahra XII IPA 2 (UNP- Statistika)
3. Velani  Vebiola  XII IPA 2 (UNP- Fisika (NK))
4. Dasril Romadhani XII IPS 3 (UNP- Teknologi pendidikan)
5. Mustika Rani XII IPS 3 (UNP- Pendidikan sosiologi antropologi)
6. Yozi Vionita XII IPS 3 (UNP- Ekonomi pembangunan (NK))
7. Thomas Febrian XII IPS 2 (UNP- Geografi)
8. WIndy Indria Putri XII IPS 4 (Unand-Sastra Minangkabau) 


        Jangan sia-siakan kesempatan emas yang berhasil diraih. Jadikan itu sebagai langkah awal untuk meraih cita-cita dengan lebih serius lagi belajar di perguruan tinggi, dan Belajar dengan tekun, jangan lupa berdoa kepada Allah dan minta restu sama orang tua. Insyaallah hasilnya akan maksimal,”

Kamis, 02 April 2020

Sejarah Pendidikan

Solok, 1 April 2020 17.47
Post by : Ravy Efrimon
Sejarah pendidikan merupakan sejarah yang mengkaji pendidikan yang meliputi sistem pendidikan, persekolahan dan gagasan-gagasan masyarakat tentang pendidikan, keagamaan dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, dalam wujud historiografinya, sejarah pendidikan sulit di bedakan dengan sejarah intelektual jika yang di kaji mengenai  gagasan pendidikan (Supriatna, 2006).

Silver (dalam Sjamsuddin, 1992) mengatakan Dinegara-negara barat (Amerika dan Eropa) perhatian sejarah pendidikan telah begitu nampak sejak abad ke-19, dan pentingnya sejarah pendidikan tersebut digunakan berbagai macam tujuan, terutama sekali untuk membangkitkan kesadaran bangsa dan kesatuan kebudayaan, pebgembangan profesi guru, atau kebanggan terhadap lembaga-lembaga dan tipe pendidikan tertentu (FIP UPI, 2007).
Sjamsuddin (dalam FIP UPI, 2007) menjelaskan bahwa esendi pendidikan itu sendiri sebenarnya sangat luas mengingat ia berperan sebagai transmisi kebudayaan (ilmu pengetahuan, teknologi, ide-ide, nilainilai spiritual dan estetika) dari generasi ke generasi. Oleh karena itu usia sejarah pendidikan-pun sama halnya dengan pendekatan historiografi sejarah secara umum, yakni lebih menekankan pendekatan diakronik.
Pendekatan diakronik yang lazim di gunakan dalam sejarah dapat di ibaratkan penampang batang kayu yang vertical, yang menunjukkan perkembangan dari titik awal bergeral dari fase ke fase berikutnya, dengan perkataan lain mengungkap genesis suatu fenomenon. Sedangkan dalam pendekatan singkronik yang lazim digunakan dalam ilmu-ilmu sosial lainnya, dapat di ibaratkan penampang lintang atau horizontal. Artinya dalam pendekatan ini memandang fenomena sebagai suatu unit atau sistem. Fungsi dan strukturnya di terangkan bagaimana bekerjanya bagian-bagian unit itu salaing berkaitan dan fungsinya secara bersama-sama mendkung fufsi unit itu (Kartodirdjo dalam FIP UPI, 2007)
Daftar Pustaka
Tim Pengembangan Imu Pendidikan FIP UPI. (2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. PT Imperial Bhakti Utama
Supriatna, Nana. (2006). Sejarah Untuk Kelas X SMA. Grafindo Media Pratama

Rabu, 01 April 2020

MENGENAL VIRUS COVID-19

Sejak awal 2020, dunia gempar oleh virus corona baru yang menyerang pernapasan manusia dan bisa menyebabkan kematian. Virus  yang berasal dari Wuhan, China, ini dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia.
Di Indonesia, pemerintah mengumumkan kasus pertama virus corona pada awal Maret. Hingga saat ini, jumlah pasien terjangkit Covid-19 sebanyak 1.311 kasus dengan 136 kematian dan 81 sembuh.
Lalu, apa sebenarnya virus corona? Virus corona merupakan keluarga virus yang menaungi SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.

Kata corona sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Bentuk virus corona menyerupai mahkota. Sedang penyakit yang disebabkan SARS-CoV-2 disebut Covid-19, akronim dari coronavirus disease 19.
Bagaimana gejala Covid-19?
Ciri-ciri virus corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:
  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius
  • Batuk kering
  • Lemas
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak atau kesulitan bernapas
  • Sakit kepala
Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari. Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya. Jika memiliki gejala tersebut dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.

Bagaimana Covid-19 menyebar?
Virus corona bersifat zoonotik. Ini berarti, virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia. Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran virus corona bisa melalui droplet pernapasan.
Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi virus corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia. Sehingga, virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.
Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.

Siapa yang berisiko terinfeksi Covid-19?
Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi virus corona. Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus corona.
Melansir Healthline, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari lalu melaporkan, rata-rata orang yang terinfeksi virus corona berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.
Itu berarti, orangtua dan laki-laki rentan terinfeksi virus corona. Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.

Bagaimana penanganan Covid-19?
Para ahli kesehatan masih berusaha menemukan vaksin serta cara penanganan yang efektif untuk menghadapi virus ini. Tapi, hingga saat ini, kebanyakan negara mengambil tindakan isolasi untuk menahan penyebaran virus corona.
Sejauh ini, para tenaga medis lebih fokus pada pengelolaan gejala saat virus bekerja pada pasien. Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi, pasien menjalani swab tenggorok dan pemeriksaan laboratorium DNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kemudian, tenaga medis akan melakukan monitoring dan terapi kepada pasien. Monitoring dan terapi tersebut meliputi isolasi, implementasi PPI, serial foto toraks, suplementasi oksigen, antimikroba empiris, terapi simplomatik, terapi cairan, ventilasi mekanis, penggunaan vasopressor, observasi, serta pemilahan terapi penyakit penyerta.
Apa saja kemungkinan komplikasi dari Covid-19?
Komplikasi paling serius dari infeksi SARS-CoV-2 adalah sejenis pneumonia yang disebut novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).
Penelitian dari 138 orang dengan NCIP yang dirawat di rumahsakit di Wuhan, China, sekitar 26% mengalami penyakit yang parah dan harus dirawat di ruang ICU. Sekitar 4,3% di antaranya mengalami kematian.
Sejauh ini, NCIP merupakan satu-satunya komplikasi yang terkait dengan Covid-19. Tetapi, para peneliti masih mengamati komplikasi lainnya yang mungkin juga dialami pasien Covid-19, di antaranya:
  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
  • Detak jantung tidak teratur (arrhythmia)
  • Kejang kardiovaskular
  • Nyeri otot yang parah (myalgia)
  • Kelelahan
  • Serangan jantung

Bagaimana cara mencegah terinfeksi Covid-19?
Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran virus corona, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.
  • Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan.
  • Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu.
  • Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain.
  • Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda.
  • Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, dan meja
  • Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda.